Heima: Dosis Melankolis Di Single Baru


Sigur Ros, MONO, sampai Mogwai sudah cukup lama mengisi dan menghiasi playlist saya. Post-rock kental dengan nuansa syahdu sampai menyayat ini pula yang membawa saya pada satu nama band lokal yang terinspirasi dari nama-nama yang sudah disebutkan diatas. Ya, mereka adalahaHeima, band post-rock yang sudah melanglang buana di skena post-rock lokal. Penggunaan nama band ini juga tidak lepas dari judul lagu Sigur Ros yang berdurasi 3 menit, 30 detik ini. Heima juga berarti rumah.

Terlepas dari itu semua, Heima yang terdiri dari Habsi (Gitar, Vokal), Arya Praditya (Gitar), Bugi (Bass), Adit (Keyboard), Horas (Drum), dan Vega (Violin) ini patut diperhitungkan di skena di skena post-rock lokal ini. Mereka baru saja mengeluarkan single yang berjudul December. Dengan warna-warna kalem dari sayatan violin dan raungan sound kental gitar ala Sigu Ros yang menghidupkan nafas sejuk dari band ini. Dosis melankolia berlebih pada suara Habsi yang halus, kala senja maupun hujan December menjadi penemannya.

Single December bercerita tentang dimana keadaan alam di bumi yang semakin hari semakin kurang membaik. Mencirikan suasana bulan Desember di Indonesia yang identik dengan tingginya curah hujan di bulan tersebut. Betapa peduli dan kritisnya band ini terhadap alam.

Memadukan template sound yang berstruktur resah dengan lagu yang penuh emosi ini pula yang membuat band ini punya karakter kuat dari band post-rock lain. Kualitas pula lah yang berbicara ketika band lain berinovasi dengan berbagai macam intrumen, Heima tetap kokoh di trek-nya. Dan Heima yang sudah berdiri sejak tahun 2006 ini juga sudah mempunyai beberapa single, diantaranya seperti: When The Sun Get Rest, Hollow, The Night When The Dream Always Win, When Your Hand Never First Nobody dan Into The Minor.

Rasa penasaran yang memuncak dan jatuh cinta pada pendengaran pertama ini pula yang membawa saya semakin suka terhadap band ini, prediksi saya mungkin mereka akan satu level dengan nama-nama seperti Marche La Void, Under The Big Bright Yellow Sun, dan My Violaine Morning, jika EP atau full album mereka sebesar rasa penasaran saya terhadap band ini. Semoga prediksi saya tepat!


(Sumber : gigsplay.com)

Belajar Menjadi Manager Band



Dibalik kesuksesan sebuah band (terkenal dan kaya maksudnya!!!), ada sekelompok pendukung band tersebut yang juga menjadi salah satu bagian penting dalam meraih kesuksesan. Adalah manajemen band (management band, inggrisnya!). Kok bisa? Mari kita belajar bersama!!!

Apa itu manajemen band? Adalah sebuah organisasi yang mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan band, seperti kontak artis, promosi artis, equipment artis, dll. Manajemen Band dapat disebut sebagai organisasi karena didalamnya terdapat susunan/ hierarki jabatan atau job deskripsi tertentu pada setiap orang yang bergabung dalam manajemen tersebut. Adapun beberapa susunan jabatan dan Job Deskripsinya adalah:

  1. Head Manajer : Orang yang bertugas merancang, mengatur, dan melaksanakan rencana ke depan sebuah band, dan bertanggung jawab terhadap band tersebut.
  2. Road Manajer : Orang yang bertugas membantu head manajer, mengatur ketika berada di lapangan / sebuah event.dan bertanggung jawab terhadap kelancaran dan kebutuhan artis ketika melakukan sebuah pentas.
  3. Stage Manager : Orang yang mengatur segala sesuatu kebutuhan artis ketika akan pentas di panggung, dan juga bertanggung jawab pada kelancaran jalannya pentas artis dipanggung dan dibantu oleh crew equipment. 
  4. Crew Equipment : Orang yang bertugas mempersiapkan segala sesuatu peralatan yang digunakan oleh player band, jumlah crew tergantung banyaknya equipment yang digunakan artis.
  5. Sound Enginner : Orang yang bertugas mengatur harmonisasi sound system yang dihasilkan oleh band pada sound out panggung, maupun sound out utama. Sound engginer standartnya ada dua yaitu sound system panggung, dan sound system utama.
  6. Dokumentasi : Orang yang bertanggung terhadap dokumentasi band.

Susunan diatas merupakan adalah susunan minimal dari sebuah manajemen band. Susunan akan bertambah jika intensitas manggung band semakin tinggi dan semakin terkenal, dan juga job deskripsi juga semakin banyak.

Dalam sebuah manajemen, Head Manajer atau manajer utama atau orang bisa menyebut dengan manajer thok, menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap kemajuan artis. Kemajuan artist tidak hanya diukur dengan banyaknya band manggung, namun salah satunya juga diukur dengan dikenalnya band melalui berbagai bentuk promosi, seperti dalam bentuk profil band, Video Profile, stiker, poster, facebook, website,dll.

Menjadi seorang manajer tidaklah sulit, asalkan mau belajar, belajar melalui buku maupun teman. Seorang manajer gak harus kaya, punya banyak kenalan, namun sikap sosial dari manajer band mutlak diperlukan. Tulisan diatas mungkin hanya bisa menjadi pembuka bayangan tentang manajemen band, untuk selanjutnya mari belajar menjadi manajer band!!!


(Sumber : http://antonchempe.wordpress.com/2012/11/14/manajer-band/)

Kiat Sukses Sebuah Band


Kelak, jika anak-anak kita, adik, keponakan atau saudara kita ditanya apa cita-citanya, jawaban ‘Jadi Anak Band!’ mungkin akan makin jamak. Kini, ngeband menjadi banyak incaran anak muda dengan banyak harapan. Tentu saja mayoritas adalah ingin ngetop dan berkelimpahan secara materi.

Nggak salah kok. Toh banyak hal bisa dilakukan ketika ngeband kemudian dijadikan profesi dan berhasil. Sayangnya, banyak yang membentuk band, membuat lagu, dan berkarya asal-asalan, tidak punya ciri dan cenderung mengekor yang sudah ada. Dengan alasan trend yang sedang berkibar, alasan sebenarnya adalah “ketakutan” tidak diterima oleh industri, lama ngetop dan gagal jadi anak band.

Ketakutan yang wajar saja sebenarnya. Secara psikologis, rasa percaya diri itu perlu dipupuk dari awal ngebentuk band. Tapi jangan berlebihan, karena ketika gagal, nanti bisa seperti caleg yang gagal, stress atau gila malah.

Ada beberapa kiat untuk membentuk band. Tak melulu karena kesamaan visi dan punya skill yang mumpuni. Tapi juga ikatan emosi yang bisa ketemu dengan personil lainnya. Kiat-kiat ini bukan semata karangan penulis, tapi lebih kepada intisari atau benang merah dari banyak band yang berhasil diwawancara. Tak semua berhasil jadi band besar, karena tidak sedikit yang bubar dan hilang sama sekali. Tapi tak kurang yang sampai sekarang menjadi most request karena lagunya [dan band-nya sendiri] disukai banyak orang.

Yang paling perlu diperhatikan dalam membentuk band adalah:

1. Visi & Mimpi Untuk Sukses Dia boleh hebat bermusik, dia boleh jago bikin lagu, dia juga boleh tanpa tandingan ketika nyanyi, tapi tanpa visi dan mimpi yang jelas, itu semua omong kosong. Personil band harus punya visi yang sama. Saya ingin meminjam lirik Laskar Pelangi-nya Nidji, ‘mimpi adalah kunci untuk menaklukkan dunia’.

Menyatukan visi bermusik sebuah band itu perlu untuk menjaga keutuhan sebuah band. Perbedaan visi bermusik antar anggota bisa membuat sebuah band akhirnya bubar atau anggotanya mengundurkan diri. Hal ini disebabkan setiap anggota punya visinya sendiri tentang musik yang ingin dimainkannya, baik sekarang maupun di kemudian hari. Maka tiap anggota band perlu saling mengetahui dan menerima visi bermusik anggota lainnya ini serta saling menyesuaikan.

2. Punya Conecting & Chemistry Antar Personil Kadang-kadang ketika membuat band, banyak yang merasa tak menemukan koneksi antar personil. Koneksi itu dalam bentuk komunikasi personal, emosi lagu yang dibuat, dan feel ketika membuat aransemen. Kekompakan itu penting, tapi komunikasi dalam hal apapun, menjadi lebih penting. Banyak band yang bubar atau ditinggalkan personilnya karena perasaan yang tidak enak, dipendam dan akhirnya “meledak” menjadi emosi tak terkontrol yang meruntuhkan kebersamaan band itu.

3. Kesatuan Hati. Disini maksudnya agar anggota band saling akrab satu sama lain, sehingga terjadi keterpautan emosi antar anggota. Keterpautan ini memudahkan permainan musik yang padu. Caranya misalnya nonton bareng, nangis bareng, ketawa bareng, diskusi bareng, dsb. Tampaknya remeh, tapi percayalah sisi emosi seperti ini membantu kesehatian antar personil. Ini akan memberi efek saling memiliki dan saling melengkapi.

4. Mencintai Musik[nya] Mencintai musiknya, menjadi hal yang sangat krusial ketika membentuk band. Banyak band yang berkibar sekarang, lahir dari pengaruh musical yang beragam. Ada personil yang suka rock, pop, jazz atau mungkin dangdut. Tidak masalah selama mereka sepakat dan sehati mencintai musik yang mereka sepakati untuk mainkan. Kalau main pop, cintailah pop. Kalau main rock, cintailah rock. Sense of Belonging itu akan membantu menikmati musik yang mereka mainkan. Enjoy.

===

Setelah melewati fase pembentukan band tadi, lantas jalan tidak menjadi lebih mudah. Secara musical karya mereka masih perlu diuji oleh pendengar dan penikmat musik yang lebih luas. Ada beberapa hal yang bisa membantu meningkatkan kemampuan musical dan mempelajari selera musikal masyarakat, tanpa harus ‘melacur” ikut arus trend saja.

1. Meningkatkan Wawasan Musikal Buat seorang musisi, dalam level apapun, pengetahuan soal musik itu sangat penting. Seorang musisi mengekpresikan dirinya lewat alat musik yagn dikuasainya. Alhasil, wawasan musical itu jadi penting sekali. Penguasaan pengetahuan musik akan membantu musisi dalam berekspresi, memainkan serta menciptakan musik. Sekadar catatan, dalam sejumlah wawancara yang penulis lakukan, banyak musisi yang merasa cukup dengan pencapaiannya sekarang dan tidak merasa perlu belajar lebih baik. Sayang sekali…

2. Meningkatkan Penguasaan Instrument Makin mahir si musisi itu memainkan alat musiknya, jelas makin baik. Apalagi kemudian bisa menguasai alat musik lain yang tidak menjadi core musiknya. Proses musical dan lahirnya karya apik, bisa muncul dari banyak instrument. Ketika musisi itu punya kemampuan yan terus meningkat, proses penciptaan karya itu juga akan meningkat secara kuantitas dan kualitas.

3. Latihan Personal Maksudnya memainkan instrument musik tanpa rencana terlebih dahulu. Pokoknya mainkan saja instrumentnya mengikuti kata hati. Hal ini berguna untuk meningkatkan kemampuan musisi mengekspresikan dirinya, mengenali dan mencurahkan emosinya melalui instrument musik. Musisi besar sekelas Mick Jagger, Paul McCartney atau Iwan Fals dalam banyak wawancara selalu mengatakan mereka sampai sekarang masih berlatih dan berlatih.

4. Latihan Bersama [Ngejam] Maksudnya suatu band secara bersama-sama memainkan alat musiknya masing-masing tanpa ada rencana terlebih dahulu. Pokoknya masing-masing anggota memainkan saja instrumentnya mengikuti kata hatinya masing-masing, sambil mendengarkan permainan anggota-anggota lainnya serta saling berusaha menyesuaikan permainan masing-masing dengan permainan anggota-anggota lainnya.

Hal ini penting dan berguna agar masing-masing anggota band saling mengenal kebiasaan anggota-anggota lainnya dan dapat saling menyesuaikan permainannya dengan permainan anggota-anggota lainnya. Tujuan akhirnya agar permainan band itu bisa semakin padu dan harmonis.

Banyak aransemen bagus dan legendaries, lahir ketika personilnya latihan bersama. Ketika mereka menemukan chemistry dan emosi tertumpah, biasanya akan lebih lepas.

5. Mengasah Kepekaan & Keindahan Musik tak hanya bicara aransemen, tapi juga lirik lagu. Akan lebih menyenangkan ketika masing-masing personal band ini, mau mencoba mendengarkan dan membaca hal-hal lain yang membantu kepekaannya berkarya. Gitaris coba mendengar harpa, drummer coba mendengar gendang, atau kibordis mencoba mendengar gitar akustik.

Kemudian penulis lirik coba banyak membawa karya satra, menonton teater atau menyimak puisi-puisi yang bagus. Tidak harus membuat lirik yang ribet dan sok sastrawi, tapi menyentuh ranah kepekaan akan keindahan. Paling tidak bisa menjadikan lagu itu nyaman dan enak dinyanyikan dengan liriknya.

6. Memperluas Wawasan Berpikir Musisi tidak harus sarjana, tidak harus doktor. Lulusan SMA atau lebih rendah juga tidak dilarang. Tapi dia harus berani membekali diri dengan wawasan dan pandangan yang lebih luas supaya karyanya juga tidak kacangan. Meluaskan wawasan berpikir itu perlu supaya seorang musisi dapat menciptakan lirik-lirik lagu yang indah, menyentuh perasaan dan mengena ke pendengar lagu-lagunya.

Lagu dengan lirik macam ini dapat bertahan disukai pendengarnya lebih lama alias dikenang orang. Selain itu dengan wawasan berpikir yang luas memudahkan seorang musisi dalam menggali dan menciptakan beragam jenis musik.

===

Tidak ada yang menjamin, ketika hal di atas sudah kamu lakukan, band kamu akan ngetop dan sukses. Ada banyak faktor lain yang harus kamu punya, seperti keberuntungan dan nasib baik. Tapi hal di atas adalah garis besar dari kiat sukses band atau musisi yang sampai saat ini mengisi ruang public musik di Indonesia.


(Sumber : http://antonchempe.wordpress.com/2012/11/15/kiat-sukses-sebuah-band/)

Banda Neira: Keselarasan Musik, Geografis, Dan Iklim




Banda Neira galibnya dikenal sebagai salah satu dari enam pulau di Kepulauan Banda, berada dalam tatanan geografis Maluku Tengah. Di masanya, daerah ini menjadi lahan pengerukan rempah-rempah oleh VOC. Dari pengerukan tersebut Banda Neira didaulat sebagai pusat perdagangan pala dan fuli dengan wilayah cakupan, dunia. Wikipedia menyertakan keterangan awam seperti itu.

Dari Banda Neira pula bapak bangsa Indonesia, Hatta dan Sjahrir menikmati vakansi dengan status ‘pembuangan’. Rutinitas vakansi Hatta awamnya mengelilingi kebun pala setiap pukul lima sore hingga dijadikan penanda petani, ketika Hatta datang berarti masa waktu kerja harian mereka telah selesai. Di sisi berikutnya, Hatta memadu romantisme dengan buku sementara Sjahrir megunggah sisi flamboyannya bercengkrama bersama musik klasik Beethoven, mengucur deras bersama gramofon.

Keharmonisan manusia dan alam Banda Neira bertolak memunculkan gubahan komponis Indonesia, Ismail Marzuki berjudul “Bandaneira”. Kronik Banda Neira berlanjut, diawal tahun 2012, Banda Neira muncul dalam satu piranti kelompok musik padu padan dengan nafas desiran geografis pegunungan dan iklim Maluku. Adalah Ananda Wardhana Badudu (Ananda) dan Rara Sekar Larasati (Rara) bertitah secara lugas membuat narasi; mempercakapkan gitar dan vokal. Secara bernas kedua manusia ini memilih lema Banda Neira bertolak dari pemaparan diatas, disamping kalimat Sjahrir “Disini benar-benar sebuah firdaus”.

Kemunculan Banda Neira dalam satu kelompok musik bermula dari keisengan Ananda dan Rara. Tameng dari keisengan proyek ini mewujudkan banyaknya pendengar yang meluangkan waktu untuk menyimak mereka, bukan hanya sekedar nisbah. Mereka resmi memperkenalkan Bandar Neira pada akhir Februari 2012 dalam sebuah ajang syukuran wisuda bernama Sorge di lingkungan Universitas Parahyangan–saat itu bertepatan Rara menyelesaikan jenjang pendidikannya.

Kedua manusia ini sudah lama menjalin pertemanan. Terpisah, karena Ananda harus pindah ke Jakarta meneruskan pekerjaannya sebagai wartawan Tempo sejak 2010. Bertemu (kembali), setelah Rara menyelesaikan studinya dan menjadi tenaga magang LSM Kontras. Di paruh waktu istirahat kerja, Banda Neira dilanjutkan dan tetap memegang asas iseng dengan premis seru-seruan. Korelasi kejadian tersebut menghasilkan nama mini album Banda Neira.

Di paruh waktu, kedua manusia menikmati percakapannya bersama Banda Neira, salah satu dari mereka harus pergi karena pekerjaan. Rara harus berpisah, dia menerima pinangan kerja dari Bali. Tidak mau membiarkan materinya terhambur tak terurus, Banda Neira memutuskan untuk merekam empat lagu–nantinya dikenal dalam mini albumnya–sebelum Ananda dan Rara ada dalam batasan, jarak. Begitu eratnya mereka dengan perpisahan dan begitu akrabnya Banda Neira dengan syukuran.

Tanggal 8 Agustus 2012, Banda Neira resmi memperkenalkan mini albumnya, Di Paruh Waktu. “Di Atas Kapal Kertas,” “Ke Entar Berantah,” “Kau Keluhkan,” dan “Rindu” (Musikalisasi Puisi Subagio Sastrowardoyo) itulah keempat lagu yang mereka kategorikan sebagai Nelangsa Pop–kategori musik yang diberikan oleh temannya. Cukup mudah memperkenalkan Banda Neira melalui bantuan media sosial–yang menjadikan jarak terpangkas jauh–Facebook dan Twitter. Disamping itu kemudahan untuk mendapatkan dan menikmati Banda Neira tertera dalam unduhan gratis.

Meskipun terpisah jarak–bisa dipangkas melalui simulasi sosial media–Banda Neira tetap berjalan normal. Ananda dan Rara menaikkan sedikit level mereka dalam bermusik dari iseng menjadi iseng agak serius, bertolak dari respon baik sang pendengar Banda Neira yang menyimak Di Paruh Waktu. Hasilnya, mereka tengah mempersiapkan materi baru yang juga akan disebar secara gratis.


(Sumber : gigsplay.com)

Mengenal Partitur


Apa sih Partitur Itu?

Sebelumnya terima kasih atas segala bentuk atensi yang kawan-kawan berikan atas diadakannya “Sayembara Cipta Lagu Nusantara” yang sampai saat ini masih berlangsung hingga tanggal 15 Maret 2012 nanti. Menanggapi pertanyaan dan komentar kawan-kawan munsyid maupun nasyid lovers yang kebingungan mengenai partitur yang dimaksud dalam poin 1 Pengumpulan Karya. Nah, di bawah ini sedikit akan coba kami jelaskan apa yang dimaksud dengan partitur. Bagi kawan-kawan yang lebih paham tentang musik mohon koreksinya ya…^_^

Bagi yang ingin dan/atau sedang belajar musik pasti pernah mendengar istilah ini. Partitur (Partiture dalam bahasa Inggris) merupakan suatu istilah umum yang mendeskripsikan atau merujuk mengenai kertas musik atau standar music notation.

Notasi musik adalah sistem penulisan karya musik. Dalam notasi musik, nada dilambangkan oleh not (walaupun kadang istilah nada dan not saling dipertukarkan penggunaannya). Tulisan musik biasa disebut partitur. Notasi musik standar saat ini adalah notasi balok, yang didasarkan pada paranada dengan lambang untuk tiap nada menunjukkan durasi dan ketinggian nada tersebut. Tinggi nada digambarkan secara vertikal sedangkan waktu (ritme) digambarkan secara horisontal. Durasi nada ditunjukkan dalam ketukan. (Wikipedia)

Ada juga istilah lain yang kita kenal seperti Score, Sheet, lembaran not balok, dan lain sebagainya. Menurut saya semuanya adalah sama. Merujuk kepada satu maksud yaitu notasi musik (music notation). Semua tergantung kebiasaan aja mau menyebut apa. Kalau saya pribadi lebih senang menyebut partitur.

Lembar musik adalah tulisan tangan atau dicetak bentuk notasi musik yang menggunakan simbol musik modern, seperti-nya buku analog, pamflet, dll-media lembaran musik biasanya adalah kertas (atau, pada jaman dulu, perkamen), meskipun akses ke notasi musik dalam beberapa tahun terakhir termasuk juga presentasi pada layar komputer.

Tentang penggunaan “sheet”. Istilah ini dimaksudkan untuk membedakan musik pada kertas dari presentasi audio, yang akan terjadi dari rekaman suara, siaran, atau kinerja hidup, yang mungkin melibatkan video juga. Dalam penggunaan sehari-hari, “sheet music” dapat mengacu pada publikasi cetak musik komersial dalam hubungannya dengan merilis sebuah film baru, menunjukkan, album rekaman, atau acara khusus atau populer lainnya yang melibatkan musik.

Skor adalah alternatif yang umum (dan lebih umum) istilah untuk musik lembaran, dan ada beberapa jenis nilai, seperti yang dijelaskan di bawah ini. (Catatan: nilai panjang juga dapat merujuk kepada musik insidental ditulis untuk sebuah drama, program televisi, atau film, karena yang terakhir ini, lihat skor film.)

Notasi Musik adalah setiap sistem yang merupakan aurally dianggap musik, melalui penggunaan simbol-simbol tertulis.

Apa sih tujuan partitur itu? Tujan pembuatan lembaran musik dapat digunakan sebagai catatan panduan, atau sarana untuk bermain musik.


(Sumber : http://antonchempe.wordpress.com/2012/11/15/partitur/)

Ajèr: Ringan Bunyi, Tapi Tak Remeh Isi


Sepulangnya dari tur Eropa bersama Filastine, Nova Ruth berkumpul di kafenya, Legipait. Bertemu dengan kawan lama juga kawan baru. Beberapa teman yang kemudian ternyata klop untuk diajak bermusik bersama.

Maka jadilah Ajèr, sebuah grup folk all star dari Malang. Dengan Donny (eks Freshwater Fish) di gitar/vokal, Nova Ruth di melodica/vokal, Astu Prasidya (kreator video Filastine, juga animator serial “Songgo Rubuh” yang sempat tayang di salah satu tv) di banjo, dan Alo (eks The Monalisa) di drum/perkusi.

Ajèr adalah grup musik folk. Dan sebagaimana folk diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan kultur dari sebuah komunitas atau bangsa, maka demikianlah Ajèr sebagai representasi indah dari Malang, kota asalnya.

Dengar saja dalam lagu pertama yang mereka rekam ini, ‘Pena Hitam’. Lirik, irama, dan bebunyian yang mereka rancang berhasil mengingatkan pada akrabnya, santainya, manisnya kota ini ditengah rapuh dan kegelisahan masyarakatnya atas wujudnya utopia yang digombalkan walikotanya. Membuat Ajèr, pula demikian ‘Pena Hitam’, terdengar politis sekaligus humanis. Sebuah paduan yang sulit dicapai jika penggubahnya hanya berposisi sebagai musisi, tanpa mau jadi pemerhati.

Gara-gara ini,Ajèr lewat ‘Pena Hitam’ dapat menjadi contoh untuk mereka yang berniat memilih folk sebagai genre bernyanyi: sudah waktunya yang folk, yang begini. Ringan bunyi, tapi tak remeh isi.


(Sumber: gigsplay.com)

Frau: Konser Peluncuran Sederhana Rumah Baru Happy Coda


Leliani Hermiasih Suyenaga dan sebuah keyboard elektrik yang bisa mengeluarkan efek suara seperti piano klasik, Oskar, adalah sebuah kesatuan untuk satu fenomena unik di dunia musik Indonesia bernama Frau. Saat mendengarkan suara merdu dan lantunan melodi dari Frau merupakan momen di mana hati akan merasakan tenang, nyaman, dan bahagia.

Debut mengagumkan dari Starlit Carousel, album pertama Frau, sekitar tiga tahun lalu merupakan perkenalan yang indah. Hampir semua orang yang saya kenal membicarakannya. Penghargaan untuk karya terbaik didapat di sana-sini. Pagelaran musik yang dipentasinya selalu ramai. Lirik yang naratif, permainan piano yang memukau, dan kekuatan vokal Lani – panggilan Leliani – menjadi sebuah karakter khas Frau.

Tapi, ke manakah perempuan 23 tahun selama dua tahun belakangan ini? Jawabannya terdapat dalam sebuah peluncuran album barunya tanggal 28-29 Agustus lalu di auditorium sebuah lembaga budaya Indonesia-Prancis di Yogyakarta, tempat kelahiran Lani.

Album yang dirilis di netlabel Yes No Wave ini bertajuk Happy Coda. Rumah bagi delapan lagu barunya. Ketika mendengarkan lagu-lagu di Happy Coda, yang dirilis sembilan hari sebelum waktu peluncurannya, saya hanya bisa terdiam dan langsung merasakan kebahagiaan-kebahagiaan. Saya mengulang kata ‘kebahagiaan’ dua kali karena tidak bisa menentukan kata lain yang tepat. Barusan adalah kali ketiga saya menuliskannya lagi. Kebahagiaan selanjutnya adalah mendapat kesempatan untuk menyaksikan langsung peluncuran albumnya. Mengingat Lani akan melanjutkan studinya di luar negeri.

Sore di hari Rabu itu, sekitar pukul enam, saya sampai di Jalan Sagan Nomor 3, Yogyakarta. Lani mengajak Papermoon Puppet Theatre untuk berkolaborasi dan sebagai tim artistik panggung. Papermoon Puppet Theatre adalah sebuah teater boneka kontemporer yang sangat jelas menggunakan boneka untuk media menyampaikan seni dan pesan. Waktu itu tempat masih sepi tetapi terlihat juga kesibukan persiapan.

Kira-kira satu jam kemudian, keramaian mulai tiba. Pemegang tiket yang sangat beruntung mulai berdatangan. Tiket konser dijual beberapa hari sebelumnya dengan kuantitas terbatas sekali. Peluncuran album Happy Coda ini juga dimeriahkan oleh Answer Sheet, trio musisi yang juga berasal dari kota pelajar.

Answer Sheet membuka syukuran tersebut dengan membawakan nomor-nomor andalan dari album Chapter 1: Istas Promenade. Petikan gitar, ukulele, dan bass yang menyemangatkan dalam lagu “Stay,Leave”, “The Pleasant Drink of United Ink”, dan “A Love Beach, Sadranan” menghangatkan suasana auditorium yang rapat.

Usai berakhirnya penampilan Answer Sheet, meninggalkan tata panggung yang ditutup dengan layar hitam, tampak wajah-wajah penasaran dari mereka yang hadir.


Tidak lama, layar dibuka. Tata cahaya yang indah menampilkan siluet Frau yang tertutup sebuah jendela dengan tirai warna putih memainkan lagu pertama, “Something More”. Lagu yang juga menjadi pembuka di album Happy Coda. Kemudian gelap lagi. Frau kemudian berjalan diterangi senter menuju pasangannya di bagian panggung lain, Oskar. Lucunya, setelah menyalakan lampu, Lani langsung menyapa dengan “Baaa!”. Suasana yang canggung dan tegang langsung cair seketika diiringi tawa penonton.

Malam itu, Lani mengenakan gaun bermotif bunga-bunga dan terlihat sangat cantik dengan dandanan sederhana. Apa adanya. Dekorasi panggung memperlihatkan pot bunga dari kaleng-kaleng bekas, kusen dan jendela kayu yang digantung. Lampu yang dinyalakan Lani berada di samping tempat dia bermain bersama Oskar dan kabelnya dililitkan di batang kayu. Meja kayu, kursi kayu, koper, dan boneka kecil juga terlihat di panggung.

Frau langsung memainkan lagu kedua, “Water”. Papermoon Puppet Theatre menjadi pengiring tembang tersebut. Boneka seorang nenek yang menyiapkan minuman teh untuk Lani sebagai visualisasinya. Lagu selesai dan Frau meminum teh racikan nenek. Kemudian menjelaskan tentang filosofi “Water”, perumpamaannya dari perjumpaan dengan Mbak Tunut di suatu desa di Pekalongan. “Jika aku adalah sungai yang mengalir dan mencari, maka Mbak Tunut adalah danau yang tenang dan menetap,” jelasnya.

Visualisasi unik ketika lagu “Empat Satu” adalah boneka laki-laki yang bermain kartu dan di “Mr. Wolf” tergambarkan boneka kecil yang mengejar sepasang sepatu berwarna merah yang dimainkan secaraabsurd tetapi terlihat nyata. Kemudian usai dua lagu yang dijadikan satu, Frau mengenalkan dirinya dan memberitahu nama keyboard elektrik yang telah kita ketahui, Oskar.

“Whispers” pun meneruskan jalannya konser tunggal. Boneka laki-laki dengan sebuah koper ditinggalkan di panggung ketika lagu rampung. Menjadi seorang penonton membuat saya kebingungan untuk memilih. Pilihannya adalah menyaksikan Frau dan melihat bagaimana mimiknya memperlihatkan emosi, tangannya menekan tuts, dan caranya memainkan vokal atau bagaimana Papermoon Puppet Theatre dengan elegan menyampaikan imajinasi secara visual lewat boneka-bonekanya.


“Tarian Sari”, nomor yang telah dirilis lebih dulu bulan Juni lalu, menjadi lagu selanjutnya. Perasaan saya seperti terjatuh ke sebuah lubang. Emosi yang disampaikan oleh Frau dengan cara memainkan tutsnya lebih kuat dan mengeluarkan vokal lebih keras mengembangkan ketertusukan yang saya alami. Saya membiarkan perasaan saya jatuh lebih jauh dan tidak peduli apa yang menunggu di bawah.

Setelah lagu tuntas, Frau menjelaskan ketakutannya untuk memulai lagu “Tarian Sari”. Sama seperti “Mesin Penenun Hujan”, setelah intro terdapat jeda yang harus dimulai dengan suara vokal. “Ketika itu, takutnya sampai ubun-ubun,” ujar Lani mengakuinya. Perempuan yang dialek Jawa Tengah-nya terasa kental ini juga berujar bahwa ia menyukai lagu-lagu berdurasi pendek karena pesannya lebih mudah disampaikan tanpa mengulang-ulang.

“Suspens” dan “Arah” menjadi penutup konser yang berdurasi kira-kira empat puluh menit. Empat puluh menit yang sangat cepat. Waktu berjalan seperti saat kita terjebak dalam obrolan yang sangat seru dengan orang kesayangan. Seperti sedang menyaksikan teman yang sudah lama kita kenal. Seperti perjalanan jauh yang indah dan mengantar kepulangan teman perjalanan, ragu-ragu untuk mengatakan yang sebenarnya. Seperti sebuah orkestra megah yang menyeruak masuk dan menitipkan rindu. Jatuh cinta dan siap untuk menghadapi apa yang ditawarkan cinta.

Penonton bertepuk tangan keras panjang dengan antusiasme yang tinggi saat Lani dan Papermoon Puppet Theatre memberikan salam perpisahan. Sulit untuk melupakan pengalaman seperti itu.

Sebelum berpisah, Lani berkata, “Semoga kebahagiaan sederhana dari Happy Coda bisa menginspirasi teman-teman untuk merasakan dan melakukan kebahagiaan-kebahagiaan sederhana.”


(Sumber : gigsplay.com)

Istilah Dalam Dunia Recording



Malu dong kalo lagi ngobrol musik trus ada yang nyeletuk istilah recording yang kita ga tahu. Nih biar ga ter-Recordinginisasi :
  1. Acoustic / Acoustical – Gejala fisik dari suara maupun bebunyian yang mampu didengar oleh telinga.
  2. ADAT – Trademark buatan Alesis Corporation pada awal 1993, sebuah desain modul digital multitrack recording system.
  3. ADSR – Singkatan dari Attack, Decay, Sustain dan Release.
  4. AES – Singkatan dari Audio Engineering Society.
  5. Amp – 1) Singkatan dari Amplifier. 2) Singkatan dari Ampere. 3) Singkatan dari amplitude
  6. Amplifier – Peranti elektronik yang memproses dan menguatkan suara dari microphone atau dari instrument musik elektrik, termasuk gitar, untuk kemudian diteruskan ke loudspeaker atau pengeras suara. Kebanyakan dilengkapi pengatur gain, volume, equalizer.
  7. Amplitude – Volume sebuah sinyal audio. Sebuah gelombang amplitude diukur dari jarak garis tengah. Ukuran dalam satuan dB (decibel)
  8. Analog Recording – Perekaman menggunakan mesin tape magnet dan vinil. Perekaman tersebut memiliki kurva yang bersambung.
  9. ASIO (Audio Stream In/Out) – merupakan standar driver low latency, yang diciptakan oleh Steinberg Media Technologies.
  10. Attenuation – Mengurangi level atau level sinyal.
  11. Audio Engineering – bidang skill yang berhubungan dengan penggunaan mesin dan equipment untuk rekaman, audio editing, mixing, mastering dan reproduksi suara. Bidang ini mengacu pada audio, termasuk elektronik, akustik, psychoacoustics, dan musik. Lebih lengkap, baca pada artikel Definisi Profesi Audio Engineer/Sound Engineer
  12. Automation – Proses perekaman volume, pan, dan perubahan efek selama mixing yang dengan sempurna menyesuaikan perubahan yang dilakukan.
  13. Band Pass Filter – sebuah filter yang memungkinkan frekuensi audio meneruskan tanpa perubahan.
  14. Bar – Jarak antara satu garis birama dengan garis birama berikutnya.
  15. Beat – adalah ketukan, seperti 1-2-3-4, yang biasa kita hitung ketika memainkan atau mendengar sebuah lagu. Beat membagi sebuah frasa menjadi bagian-bagian yang seragam, dimana satu beat nantinya bisa dibagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil bila dibutuhkan.
  16. Beats Per Minute – Tempo musik yang dinyatakan dengan angka beat yang terjadi setiap 60 detik.
  17. Bit depth atau resolosi – angka yang digunakan untuk memperlihatkan amplitude audio. Contoh resolusi 8 bit memiliki 256 level audio dan 48 dB kisaran dinamis; resolusi 16-bit memiliki 65,536 level audio dan 96 dB kisaran dinamis.
  18. BPM – Singkatan dari Beat Per Minute (Sebuah standar dalam perhitungan tempo musical).
  19. Buss (Bus) – sebuah chanel dimana anda dapat memadukan bagian chanel lainnya. Di dalam multitrack, anda dapat menggunakan bus untuk memadukan beberapa track.
  20. CD – Singkatan dari Compact Disc.
  21. CD-ROM – Singkatan dari Compact Disc, Read Only Memory (Compact Disc yang berguna untuk menyetor data secara digital melalui peranti computer).
  22. Clip – Visual individu audio, video, atau file MIDI pada multitrack.
  23. Clipping – kondisi didalam digital audio yang terjadi saat amplitude memiliki sinyal melebihi tingkat maksimum pada resolusi tertentu.
  24. Codec – Singkatan dari compressor decompressor. Kompresi data yang digunakan oleh format ACM, AVI, MPEG dan QuickTime dari analog menjadi digital pada beberapa soundcard.
  25. CPU – Singkatan dari Central Processing Unit (Tempat beradanya otak dan system computer).
  26. Crossfade – sebuah efek memudar dari satu audio ke audio lainnya.
  27. D/A – Singkatan dari Digital To Analog Converter, peranti untuk merubah data angka digital (sinyal digital audio) menjadi level voltase.
  28. DAC – Singkatan dari Digital-to-Analog Converter, yaitu hardware yang melakukan konversi audio atau video digital menjadi sinyal analog.
  29. DAT – Singkatan dari Digital Audio Tape, sebuah standar dua track format tape audio digital.
  30. DAW – Singkatan dari Digital Audio Workstation (software yang ditujukan untuk recording dan mixing pada Digital Audio).
  31. dB – Singkatan dari decibel, yaitu satuan pengukuran yang digunakan untuk amplitude.
  32. DX – Atau Direct-X, adalah plug-in format standar windows yang memiliki file extension .ax atau .dll. Fitur DXi (instrumen DX) dan automateable dikembangkan oleh Cakewalk dan merupakan format dasar software SONAR. Bisa dibaca banyak aplikasi DAW lain seperti Cubase, Nuendo, FL Studio, Sound Forge dan lain-lain.
  33. DC – Singkatan dari Direct Current.
  34. Delay – Yaitu sinyal perbedaan di mana Anda dapat melakukan editing dengan klip original dengan basic time. Dengan pengaturan interval, frekuensi dan warna suara, delay dapat dimanfaatkan dan menimbulkan efek-efek tertentu. Efek yang memiliki dasar pemanfaatan delay termasuk reverb, chorus, echo dan sebagainya.
  35. Destructive Editing – Proses editing (seperti cut, paste, dan proses lainnya) yang dapat mengubah data audio asli.
  36. D.I. – Singkatan dari Direct Injection atau Direct Input.
  37. DSP – singkatan dari Digital Signal Processing, yaitu proses transformasi sebuah sinyal audio digital menggunakan alogaritma yang kompleks.
  38. DVD – Media penyimpanan optic seperti CD, tetapi dengan bandwidth dan kapasitas yang lebih besar. Film DVD secara umum memiliki 96 khz/24-bit.
  39. Equalization (EQ) – Proses menaikan atau menurunkan amplitude audio dengan dasar frekuensi.
  40. FFT – singkatan dari Fast Fourier Transform, sebuah alogaritma yang didasari teori Forier.
  41. Frequency – Ukuran sebuah gelombang suara, yanga diukur dengan hertz (Hz)
  42. Hertz (Hz) – Putaran per detik. Sebuah pengukuran yang menjelaskan frekuensi suara.
  43. Hi-Z – Singkatan dari High Impedance (impedansi 5000 atau lebih ohms).
  44. High Frequencies – Frekuensi audio dari 6000 Hz ke atas.
  45. Hz – Singkatan dari Hertz (satuan frequency).
  46. k – Singkatan dari kilo (atau sebutan untuk 1000).
  47. K – Biasa untuk singkatan Kick Drum.
  48. kHz – Singkatan dari kilo-Hertz.
  49. Kick (Kick Drum) – Kata lain dari Bass Drum.
  50. Kilo – Sebutan yang berarti 1000.
  51. Latency – Mengukur delay diantara user input dan sound output dari sebuah computer. Latency tinggi mampu menghasilkan gema yang dapat didengar selama perekaman. Hal itu sangat mengganggu bagi musisi. Untuk mengurangi latency, gunakan soundcard dengan driver ASIO.
  52. Lo-Z – Singkatan dari Low Impedance (Impedansi 500 ohms atau di bawahnya).
  53. Loop – Merupakan sebuah file audio yang memiliki tempo dan informasi pitch. Anda dapat mengulang-ulang sebuah loop secara mudah dengan melakukan drag pada tepi kanan klip (pada sebuah DAW).
  54. Mastering – proses akhir audio pada medium tertentu, seperti audio CD. Proses tersebut terdiri dari bagian proses phase dengan penyamaan dan kompresi phase.
  55. Mic – Singkatan dari microphone.
  56. MIDI Time Code (MTC) – merupakan metode pengiriman informasi waktu diantra device MIDI. Sebagai contoh, Anda dapat melakukan konversi SMPTE timecode menjadi MTC untuk menyamakan control DAW tertentu dengan video atau tape deck.
  57. Mike – 1) Singkatan dari Michael- Singkatan yang salah untuk microphone. 2) Penempatan microphones pada recording.
  58. Milisecond (ms) – atau seribu detik
  59. Miniplug – sebuah sebutan untuk plug dan jack 1/8-inchi. Sering disebut juga minijack.
  60. Mix – Mengkombinasikan sejumlah sumber audio atau track secara bersama-sama.
  61. Mono – Merupakan sinyal monophonic, yang hanya memiliki satu sumber suara saja.
  62. Ms – Singkatan dari milli-seconds (1/1000th of a second)
  63. N.A.B. – Singkatan dari National Association of Broadcasters
  64. Negative – Lawan kata dari positive.
  65. Non-Destructive Editing – Editing yang tidak megubah file audio dalam disk. Contoh, volume nondestruktif tidak mengubah amplitude dari wavefrom.
  66. NW/m – Singkatan dari Nano-Webers Per Meter (Satuan standar untuk mengukur jumlah energi magnetik).
  67. Nyquest Frequency – disebt juga Nyquist Rate. Frekuensi itu sama dengan setengah sample rate dan menentukan frekuensi audio yang dapat direproduksi untuk sample rate-nya.
  68. PCM – Singakatan dari Pulse Code Modulation, yaitu standar metode yang digunakan untuk melakukan encode audio secara digital.
  69. Phase – merupakan posisi gelombang suara. Di dalam tampilan waveform, titik tertinggi terletak di atas garis tengah dan titik terendah di bawah garis tengah.
  70. Pink Noise – noise dengan sebuah spectral frequency 1/f, yang menghasilkan suara yang natural. Penggunaan Pink Noise memungkinkan Anda untuk dapat melakukan simulasi suara seperti air hujan, angin, aliran sungai, dan suara natural lainnya.
  71. Plug-in – Sebuah komponen software yang dapat Anda tambahkan ke dalam software lain untuk meningkatkan fungsi software tersebut.
  72. Punch In – Metode perekaman yang digunakan untuk memasukan perekaman baru kedalam area spesifik dalam waveform aktif.
  73. Real Time – Dalam dasar computer audio, real time menunjukkan suatu fungsi yang aktif terhadap input dan transform audio.
  74. Recording – Proses merekam audio, lebih lengkap lihat arikel ini
  75. Resample – melukan konversi suatu file audio menjadi file audio dengan sample rate dan bit depth yang berbeda.
  76. Rewire – sebuah teknologi untuk menyamakan aplikasi audio, yang dibuat oleh Properllerhead Software.
  77. RF – Singkatan dari Radio Frequencies (Lebih tinggi dari 20,000 Hz – biasanya diatas100 kHz).
  78. ROM – Singkatan dari Read Only Memory.
  79. RTAS – Singkatan dari Real-Time AudioSuite, memiliki file extension : .dpm & .dpm.rsr, merupakan Format buatan Digidesign untuk software Pro Tools. Versi non real-time-nya bernama AudioSuite. Dapat juga dibaca oleh aplikasi lain yang mendukung DAE (Digidesign Audio Engine) seperti Logic dan Digital Performer.
  80. Sample Rate – Merupakan angka sample per detik. Sample rate yang tinggi menyebabkan bertambahnya frekuensi sehingga dibutuhkan ruang kosong yang besar. Untuk menghasilkan frekuensi audio, sample rate harus sebesar dua kali frekuensi.
  81. Sound Card – sebuah device hardware computer yang memungkinkan Anda untuk melakukan play dan recor audio.
  82. Sound Engineer – Lihat audio engineering, dan artikel Definisi Profesi Audio Engineer/Sound Engineer
  83. SPDIF – Singkatan dari kata Sony/Phillips Digital Interface, sebuah input – output audio digital yang menggunakan konektor model RCA yang biasa terdapat pada sebuah alat rekam (converter/audio interface) dan speaker multimedia standart.
  84. Stage Monitor – Speaker di panggung untuk mendengarkan apa yang dimainkan musisi diatas panggung. Sebuah system yang diterapkan untuk pertunjukan.
  85. Stereo – Merupakan sinyal dengan chanel kanan dan kiri.
  86. Stereo Image – Persepsi perbedaan antara suara dari sumber kiri dan dari suara dari sumber kanan .
  87. Studio Recording – Dalam bahasa indonesia adalah “studio rekaman”, merupakan tempat merekam dan mengemas karya musik menjadi audio yang dapat dan layak diperdengarkan secara luas.
  88. Tempo – Merupkan kecepatan ritmik musik. Diukur dengan bpm.
  89. THD – Singkatan dari Total Harmonic Distortion.
  90. Time Code – Merupakan sebuah audio atau sinyal digital yang mensinkronkan waktu diantara beberapa device. Sering juga disebut SMPTE and MIDI timecode.
  91. Tracking – Proses merekam audio multitrack dan menempatkannya pada masing-masing track pada DAW
  92. Voc. – Singkatan dari Vocal (digunakan dalam tracking rekaman).
  93. Vox – Singkatan dari Vocal, sering digunakan dalam track rekaman.
  94. VST – Singkatan dari Virtual Studio Technology, adalah format buatan Steinberg dan merupakan format dasar Cubase dan Nuendo. VST memiliki file extension : .dll. Saat ini, VST telah ‘open source’, yang berarti Bisa dibaca banyak aplikasi DAW lain seperti Logic, FL Studio, ACID Pro, dan lain-lain. Terdapat banyak software untuk mengadaptasinya agar dapat dibaca aplikasi lain seperti : Cakewalk VST Adapter (ke DX) dan FXpansion VST to RTAS Adapter.
  95. Waveform – Merupakan visual dari sebuah sinyal audio, ditampilkan sebagai gelombang Amplitudo dalam DAW.


(Sumber : http://antonchempe.wordpress.com/2013/07/13/istilah-dalam-dunia-recording/)

Tips Menghadapi Festival Band



Pada Saat Perencanaan Latihan
  • Pilih lagu yang sesuai dengan keinginan anda dan pilih lagu yang sekiranya bisa menghibur penonton, musyawarahkan dengan personil lain sampai ngerasa cocok. 
  • Tentukan genre musik, genre yang konsisten akan memberi point kecuali kalau anda memilih genre progressive perubahan ketukan diperbolehkan namun sesuai harmonisasi.

Pada Saat Briefing
  • Mencoba menyanyikan lagu yang telah di musyawarahkan sampai semua personil ngerasa hapal semua yang ada pada lagu tersebut baik lirik, chord, ketukan, dan keharmonisan.
  • Bikin aransemen ulang lagu yang telah di musyawarahkan seperti diubahliriknya, chordnya yang telah disesuaikan dengan karakter vokal vokalisnya dan jangan sampai aransemennya terlalu mirip dengan lagu aslinya karena itu bisa mengurangi point anda saat festival.
  • Mencoba menyanyikan lagu yang telah di aransemen ulang sampai semua personil benar-benar hapal. 
  • Revisi terus lagu yang telah di aransemen sampai mendapatkan aransemen yang maksimal.

Pada Saat Latihan di Studio
  • Apabila Band anda ingin membawa alat musik sendiri saat ingin tampil sebaiknya dibawa pada saat latihan Band karena ini sangat penting untuk mencek teknis-teknis alat musiknya jangan sampai pada saat manggung ada kesalahan teknis karena itu bisa mengurangi point anda walaupun itu kesalahan teknis dan biasanya juri gamau tahu tentang keaadan itu.
  • Kalau anda punya Tunner atau biasa disebut alat buat menyetem guitar dan bass supaya tidak terjadi perbedaan nada pada guitar dan bass yang bisa mengurangi keharmonisan. 
  • Mencoba menyanyikan lagu yang sudah di aransemen pada saat briefing, biasanya suka terjadi hal yang beda pada saat latihan dan revisi aransemen sangat di perlukan.
  • 2 Minggu sebelum tampil biasakan latihan minimal 5x sebelum hari H.
  • Pada saat latihan jangan lupa direkam minimal pakai alat rekam yang ada di aplikasi HP anda.

Pada Saat Tidak Kumpul
  • Untuk Gitaris atau Bassist: Biasakan Senam Jari minimal 1jam per hari ini berlaku bukan hanya untuk tampil saja tapi ini juga penting untuk meningkatkan kemampuan bermain. Untuk memaksimalkan senam jari anda sebaiknya sambil dipelajari lewat software guitar speed trainer.
  • Untuk Drummer: Biasakan mendengarkan lagu yang sudah direkam pada saat latihan dan menghapalkan ketukan ketukan yang pas untuk lagu tersebut.
  • Untuk Vokalis: Biasakan latih vokal anda dengan cara perbanyak pemanasan seperti berteriak dengan menyebutkan kata A-I-U-E-O.
  • Biasakan menyanyikan lagu yang telah direkam minimal 1 lagu dalam sehari (berlaku untuk semua personil).

Pada Saat 1 Hari Sebelum Tampil
  • Semua hal yang akan kita kerjakan jangan lupa diawali dengan Do'a.
  • Persiapkan alat-alat yang akan dibawa (kalau misalkan anda ingin membawa alat sendiri) dan pilih busana yang pas untuk festival besoknya.
  • Persiapkan semua yang telah dilatih selama latihan di minggu-minggu kemarin baik mental dan fisik.
  • Banyak istirahat.
  • Jangan terlalu maksain buat latihan karena bisa membuat fisik anda lemah kalau latihan juga cukup dengan 1 lagu saja.
  • Jaga kesehatan

Pas hari dimana mau Tampil
  • Kalau Band anda punya studio pribadi alangkah baiknya latihan 1 lagu tetapi pintu studionya dibuka, ibaratkan ini lagi simulasi saat manggung.
  • Untuk Guitaris dan Bassist jangan melakukan senam jari yang kadar temponya cepat (melodi pupurulukan istilah sundanya mah) pada saat jam-jam mau tampil karena itu isa membuat jari-jari anda menjadi kaku saat tampil.
  • Setting tune gitar dengan bass sesuai standar nada pada gitar.
  • Persiapkan mental dan Fisik supaya hati kita tenang dan tidak terjadi yang namanya demam panggung.
  • Sebelum tampil alangkah baiknya berdoa dulu.

(Sumber : http://antonchempe.wordpress.com/2013/07/13/tips-menghadapi-festival-band/)

Tips Membentuk Band Yang Solid



Sudah bukan hal yang asing lagi kalau saat ini banyak band-band baru bermunculan dan meramaikan kancah persaingan di industri musik Indonesia. Akan tetapi tidak semua band-band itu sukses atau paling tidak bisa bersaing dengan para kompetitornya di industri musik. Kebanyakan hanya booming sesaat dan setelah itu, mereka seperti tenggelam dan bahkan tidak terdengar lagi gaungnya di industri musik Indonesia.

Ada banyak hal yang menyebabkan band-band tersebut tenggelam.
1. Tidak solidnya band tersebut
2. Tidak siap mental untuk menghadapi persaingan dengan band-band lainnya.
3. Persiapan yang terlalu instant
4. Kemampuan individual dari setiap personil yang tidak mumpuni sebagai seorang musisi.

Disini yang akan gw bahas dan garis bawahi adalah solidnya sebuah band. Berbicara tentang solid, solid disini sendiri dapat disama artikan dengan loyal. Yup, loyalitas personil sebuah band terhadap bandnya memang sulit untuk dibangun. 

Terkadang mereka hanya mengedepankan ambisi untuk bisa dikenal orang dan sukses tanpa melihat hal-hal yang diperlukan sebagai dasar agar band mereka bisa bertahan di tengah-tengah persaingan di dunia musik yang sangat ketat di jaman sekarang ini yakni solidnya band tersebut.

Untuk bisa membentuk sebuah band yang solid bukan hal yang mudah dan tidak bisa dalam waktu yang cepat. Suatu hal yang luar biasa jika suatu band bisa menjadi band yang solid dalam waktu yang cepat. Membentuk sebuah band yang solid tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Apa yang perlu dilakukan untuk membentuk sebuah band yang solid?

Visi Misi
Samakan dulu persepsi masing-masing personil untuk masa depan band ke depannya. Hal ini yang paling utama harus dilakukan karena dalam band ada beberapa personil dengan beberapa isi kepala yang berbeda dan sudah barang tentu bukan hal yang mudah untuk menyatukannya dalam waktu yang singkat. 

Bicarakanlah dulu dari hati ke hati antara sesame personil. Keluarkan semua unek-unek dan apa yang menjadi keinginan dan harapan dari masing-masing personil dari band yang dibentuk. Dengan demikian, proses penyatuan dan pencarian jalan tengah untuk menyamakan visi dan misi akan lebih mudah.

Ego
Berbicara tentang ego sudah barang tentu bukan hal yang mudah untuk menekannya. Terutama dalam bermusik. Para personil tentu saja harus bisa benar-benar memahami kalau bermain dalam band bukanlah bermain solo. Porsi musikalitas para personil tentu saja harus diseimbangkan satu sama lain. 

Kalaupun ada yang ingin menonjolkan musikalitasnya harus dibagi secara merata agar tidak ada yang merasa terasingkan dalam permainan musik dari band itu sendiri. Hal seperti ini bisa membuat loyalitas personil berkurang dan pada akhirnya bisa keluar dari band tersebut. Menekan ego juga bukan hanya dalam soal bermain musik, akan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari seperti berkompromi dengan jadwal latihan dll.

Disiplin
Disiplin pada jadwal latihan yang telah ditetapkan bersama dengan cara tidak datang terlambat pada saat jam latihan apalagi sampai tidak hadir pada saat jam latihan tanpa memberi kabar pada personil dan tanpa alasan yang tepat. Disiplin juga pada diri sendiri dengan cara berlatih sendiri dirumah agar pada saat latihan bersama tidak mengganggu jalannya latihan hanya karena kita lupa lirik lagu, lupa chord lagu, dan tidka menguasai jalannya lagu.

Kebersamaan dan Support Antar Personil
Membentuk kebersamaan dengan cara sering-sering kumpul bareng di luar jam latihan agar bisa saling mengerti karakter satu sama lain sehingga dapat menemukan cara saling menghadapi karakter masing-masing. Saling mendukung tidak hanya dalam kegiatan band akan tetapi juga dalam kegiatan diluar band juga dapat membentuk kebersamaan yang kuat. Dengan cara ini maka para personil akan bisa saling menghargai satu sama lain.

Keterbukaan Antara Personil
Jangan takut untuk dikritik dan mengkritik. Memberi kritikan disini adalah dengan cara memberi kritikan yang membangun, contohnya “Kamu memainkan part itu sudah bagus, akan tetapi, lebih bagus lagi kalau kamu memainkannya seperti ini.” Jangan menggunakan kata-kata “kamu salah memainkannya” dan kata-kata sejenis karena hal ini dapat membuat mental personil yang dikritik menjadi down. 

Menerima kritikan adalah hal yang lebih bagus lagi. Membuat kritikan itu sebagai pemicu untuk bisa bermain lebih bagus lagi adalah hal yang lebih baik ketimbang membalas kritikan dengan argument yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan perselisihan dalam band.

Loyal dan Yakin
Hal terakhir adalah hal utama yang penting. Kita harus yakin pada band kita sendiri kalau band kita bisa sukses seperti band-band lain yang sudah lebih dulu sukses. Jangan hanya karena ada tawaran lain yang lebih menggiurkan kita meninggalkan band kita begitu saja. Kalaupun ada tawaran lain dan kita ingin menerimanya hendaklah dibicarakan dahulu dengan personil yang lain dan mencari jalan tengahnya agar tidak memberi dampak negative bagi kedua belah pihak.


(Sumber : https://www.facebook.com/souverainity/posts/170008763111049)

Masalah Anak Band & Cara Mengatasinya



Banyak sekali masalah yang dihadapi oleh sebuah band baik dalam mempertahankan keutuhan band itu sendiri sampai dengan cara agar band tersebut menanjak dari satu tahap yang lebih baik, biasanya masalah tersebut datang dari personel itu sendiri atau dapat juga disebut dengan masalah intern. 

Berbagai macam perbedaan seperti perbedaan persepsi, perbedaan prinsip,ini semua dapat membuat goyah bahtera dari perjalanan sebuah band,seperti dalam sebuah band terdapat perbedaan misi , ada yang menganggap kalo dia main band hanya sekedar mengisi waktu luang dan gag punya optimisme yang tinggi untuk terhadap perkembangan band itu sendiri, ada yang cuma kepengen mengambil simpati cewek2 incarannya saja, tapi ada juga yang kepengen maju dan menghasilkan uang dari band-nya tersebut. 

Kalo sudah begini band tersebut musti ngerembuk dan mengkaji ulang tujuan mereka bikin band, soalnya ada orang yang bisa dirugikan dari perbedaan tersebut,dan kesemua hal itu adalah contoh kecil dari sekian banyak masalah yang bakal dihadapi oleh sebuah band.

Why…??? Kenapa sih ini bisa terjadi? Tips di bawah ini sekedar memberi gambaran umum di dalam menghadapi permasalahan2 tersebut,,,

1. Samakan Persepsi
Penyakit ini biasanya menjangkit pada band2 yang masih pemula dan belum punya persepsi yang mantap terhadap perkembangan bandnya itu sendiri.Mau kemana sih arah band ini?!…sekedar iseng atau punya visi dan misi seperti bikin demo cd terus dikirim ke major label?? atau aliran apa sih yang maw dimainkan???…cobalah untuk samakan persepsi antar sesama personel.

2. Keterbukaan Antar Personel
Membangun sebuah band ibarat membangun sebuah keluarga..sebuah band dituntut harus kompak ,baik disaat senang ataupun susah ,.banyak band-band bubar karena mereka tidak segera menyelesaikan masalah dengan segera walau itu masalah kecil…sehingga kalau dibiarkan akan menjadi sebuah gunung es..yang siap meledak di kemudian hari!!..disinilah dibutuhkan sebuah katerbukaan baik berupa problem solving ,ide-ide ataupun saran yang membangun.

3. Cari Solusi Dengan Berdiskusi
Di dalam perjalanan sebuah band banyak nasalah yang sering timbul,masalah yang timbul biasanya berupa ketidaksiplinan latihan,kantong yang tipis ,mementingkan Ego: maunya menang sendiri,merasa mamiliki band tersebut dsb.Cara yang paling ampuh adalah berdiskusi bersama-sama,cari jalan keluar kalau bisa hindari voting ,biar keputusan yang diambil dapa memuaskan semua pihak.Bagi yang kalah jangan merasa jadi pihak yang kalah ,tetaplah berjiwa besar ,,yakinlah keputusan merupakan jalan yang terbaik untuk masa depan band itu sendiri,dan tetaplah loyal pada band.

4. Bersikap Profesional
Mungkin diantara personel band kamu ada yang pacaran dengan personel lainnya,gak apa-apa jangan ngelarang mereka,,yang penting mereka bisa bersikap profesional.Ngeband ya ngeband, pacaran ya pacaran semua da tempatnya…jadi klo lagi berantem soal asmara jangan dibawa-bawa di tempat ngeband nanti bisa timbul masalah!!..

5. Jaga Kekompakan
Seiya sekata, saling peduli dan saling memiliki.Band bukan hanya tempat bermain,tempat pelarian ataupun untuk kesenangan semata, tapi merupakan suatu tempat atau wadah diamana kit dapat menyatukan perbedaan dan dapat menuangkan beragam ekspresi seni dan jiwa dari masing-masing personel.

Semua masalah dia atas dapat diatasi asalkan kamu memiliki rasa kepedulian dan saling memiliki diantara personel…Kuncinya adalah kekompakan, seiya sekata dalam melangkah, namun jangan mengorbankan prinsip yang anggap kamu benar demi sebuah kekompakan,,,

Be yourself!!..


(Sumber: kaskus.us by ergorec)

Proses Kesuksesan Sebuah Band



Jika band kalian ingin sukses seperti grup band baru Indonesia lainnya yang sudah sukses, ada beberapa hal yang harus anda perhatikan berikut ini ada beberapa tips untuk sebuah band agar sukses :

1. Harus mempunyai tujuan
Memiliki tujuan yang jelas adalah hal yang paling utama dalam sebuah band yang ingin sukses. Dengan mempunyai tujuan yang jelas maka band tersebut dapat menentukan kearah mana band tersebut akan dibawa. 
Dalam industri musik persaingan sangatlah keras. Kebanyakan label rekaman, manager, produser musik enggan bekerja sama dengan band yang tidak jelas arah dan tujuannya. Mereka lebih memilih untuk bekerjasama dengan musisi yang memiliki tujuan yang jelas dan cekatan.

2. Mempunyai identitas dan ciri khas dalam Bemusik
Banyak sekali sekarang kita temukan band-band baru yang tidak mempunyai ciri khas tertentu yang menandakan identitas band mereka masing-masing atau dengan kata lain band-band tersebut hanya menjadi pengikut dari band terkenal sebelumnya. Kita memang boleh mengagumi suatu band dan ingin seperti band tersebut, namun tidak boleh sepenuhnya mengikuti band tersebut. Band kamu harus tetap memiliki ciri khas tersendiri, bahwa ketika khalayak mendengarkan musik kamu atau sedang melihat acara band, orang banyak tersebut mengetahui bahwa itu adalah band kamu. 
Orang akan menganggap musik kamu tidak bermutu apabila band kamu tidak memiliki ciri khas tertentu yang membedakan band kamu dari band-band lainnya. Jadi apabila kamu ingin menjadi musisi yang dapat diterima oleh khalayak banyak, kamu harus mempunyai identitas dan ciri khas yang menandakan band kamu, baik dalam warna musik anda maupun gaya berpenampilan dan aksi-aksi panggung band kamu.

3. Proses
“Proses” inilah yang paling penting dalam membuat suatu band menuju kesuksesan. Banyak band yang hanya memikirkan bagaimana bandnya bisa sukses saja, namun melupakan apa yang dinamakan dengan “proses ” Intinya adalah bagaimana kita fokus kepada proses, bukan kepada hasil semata-mata. Jika kita fokus kepada hasil saja, maka terkadang kita merasa cepat puas dengan hasil yang kita dapat. Padahal sebenarnya masih banyak potensi/bakat kita yang dapat digali lebih dalam. 
Proses merupakan sebuah jalan panjang yang harus dilalui, begitu banyak kendala ataupun rintangan ke depannya tetapi tentunya proses tersebut dengan sendirinya akan mematangkan kita dalam bermusik, baik itu kualitas musik yang dihasilkan ataupun membuat penggemar semakin mencintai musik kita. Banyak band yang kemudian menjadi patah semangat untuk mencoba kembali bersaing.
Dalam dunia musik jika hanya menunggu untuk ditemukan. Kesuksesan tidak mungkin terjadi apabila kita hanya berdiam diri saja. Mereka berkata “saya sedang menunggu sukses!”. Kesuksesan dapat kita raih bukan ditunggu. Jadi tidak ada lagi kata-kata menunggu dalam dunia musik. Jadi tunggu apa lagi, Do-it-now! Demand discovery, never wait for it!

4. Perkenalkan Band kamu kepada siapapun.
Banyak cara yang dapat band lakukan untuk membuat bandnya agar dikenal. Berikut ini beberapa perangakat wajib yang dibutuhkan guna mengejar karir yang serius dalam band untuk menuju kesuksesan:

PRESS KIT/PROMO PACK
  • Sebuah demo kaset/CD yang berisikan 3-5 lagu TERBAIK band kamu. (Kualitas musik disini sangat berpengaruh)
  • Biografi artis. (Informasi penting tentang sang artis, termasuk siapa saja mereka, apa yang mereka lakukan, apa yang sedang mereka kerjakan, dan sebagainya.) 
  • Daftar lagu (song list). (Seluruh judul lagu yang dibawakan oleh sang artis, milik sendiri atau cover) 
  • Lirik-lirik lagu. (materi lirik-lirik lagu milik sang artis yang termuat dalam demo mereka. 
  • Foto artis (foto-foto seputar kegiatan band, personil band, dll) 
  • “Write-ups” (Berbagai kisah menarik atau resensi yang ditulis media cetak tentang sang artis, bisa juga mengenai liputan tentang mereka di radio, televise dan ketika band kamu manggung.) 
INTERNET
Sebagian masyarakat Indonesia juga sangat familiar dengan yang namanya internet. Pada saat sekarang media online atau internet sangatlah menjadi kebutuhan bagi hampir setiap manusia. Kita bisa mempromosikan dan memperkenalkan band kita melalui situs-situs yang ada di internet. Banyak cara yang kita dapat lakukan seperti halnya kita membuat suatu grup di Facebook yang isinya mengenai seluruh kegiatan dan aktivitas band kita, profile band kita, agenda-agenda manggung band, dan masih banyak lagi yang dapat kita lakukan guna mempromosikan serta mengenalkan band kita. 
Selain itu kita juga bisa mempromosikan lagu atau videoklip kita ke situs-situs internet lainnya seperti my space, youtube,dan situs-situs lainnya baik dalam sakala internasional maupun situs-situs lokal yang belakangan ini muncul dan keberadaanya diakui juga. Hal ini sangat membantu kamu karena hal ini dapat membuat band kamu akan menjadi dikenal oleh banyak orang dengan cara efisien dan sangat efektif bila dikelola dengan baik.

MAILING LIST
Salah satu faktor terpenting dari kesuksesan Band adalah dengan membangun, memelihara serta memaksimalkan pemanfaatan mailing list. Milis ini terdiri dari nama-nama dan kontak informasi para penggemar, kontak media, pelaku industri musik dan siapa saja yang memiliki minat yang sama (bisnis dan sebaliknya) dengan kamu (band). Sebuah mailing list dapat menjadi asset yang berharga bagi artis siapa saja apabila mereka memanfaatkannya secara maksimal.

MEDIA MASSA
Pemanfaatan media sangat mendukung band dalam mendukung dalam kemajuan serta kesuksesan dalam sebuah band. Ini mencakup diantaranya industri musik yang mencakup majalah-majalah, surat kabar, radio, televisi. Sebuah band atau artis yang ingin sukses akan berkesinambungan melakukan promosi-promosi bagi karirnya,hal ini sangatlah berpengaruh besar bagi kemajuan band dan dapat menyebabkan “perhatian” bagi label rekaman untuk dapat dikontrak. 
Pernahkah kamu mendengar orang berkata, “saya nggak pernah lihat dan nggak pernah tahu band mereka.” Nah, kamu harus berlawanan dengan komentar tadi! Berusahalah untuk selalu “tampil” sebanyak mungkin di depan banyak orang. Penuhi keingintahuan industri dan khalayak luas dengan aksi band kamu, maka dijamin band kamu akan tampil di banyak tempat! Manfaatkanlah peran media dengan maksimal agar band kamu dapat dikenal oleh banyak kalangan.

5. Harus memilih pemandu karier (manajer) yang professional
Manajer merupakan salah satu penunjang agar band dapat sukses,karena salah satu tanggungjawab dari manajer personal band adalah membantu band mengambil keputusan yang berhubungan dengan band tersebut. Hal ini tidak luput dari manajer-manajer band yang sudah profesional, terkadang mereka tidak ingin memanajeri band-band baru dengan berbagai alasan, seperti sudah banyaknya band yang sudah mereka manajeri. 
Hal tersebutlah yang membuat kemudian suatu band mengambil keputusan mengambil manajer bandnya secara asal-asalan, Salah satunya adalah dengan meminta kawannya untuk memanajeri bandnya tersebut. Yang kemudian terjadi justru sang teman tadi cenderung menjadi seorang booking agent dibandingkan manajer personal band, karena biasanya lebih gampang mencarikan panggung daripada memandu karir musik band tersebut. 
Jika kamu ingin mencari manajer carilah seorang manajer yang profesional. Apabila teman-teman kamu ingin membantu band kamu, mereka bisa menjual tiket atau belajar menjadi kru band kamu (membantu memasangi alat-alat band kamu). Jangan pertaruhkan karier band kamu di tangan seseorang yang sama sekali tidak memahami cara bekerja bisnis musik apalagi tidak berpengalaman sama sekali di dunia bisnis yang satu ini.

6. Kegigihan
Kegigihan, hal inilah yang sangat diperlukan dalam sebuah band. Banyak band yang telah manggung bareng selama lebih dari 10 tahun sebelum akhirnya mendapatkan kontrak rekaman! Inilah yang dinamakan dengan kegigihan. Keuletan seperti itulah yang dapat membawa artis/band ke puncak kesuksesan di bisnis musik. Band kamu bukannya harus menunggu 10 tahun atau lebih untuk menuju sukses, maksudnya disini bukanlah waktu namun apabila kamu mempunyai kegigihan dalam mengarungi suka maupun duka dalam merintis sebuah karir band, maka pintu kesuksesan dapat terbuka bagi band kamu..

7. Tahu apa yang harus dilakukan
Ada cara-cara yang mungkin dapat dilakukan untuk meraih sukses dalam industri musik, hal tersebut adalah :
  • Latihan dengan sungguh-sungguh dan banyak mendengarkan lagu-lagu, agar kualitas musik kamu bertambah baik. 
  • Cari tahu tentang berbagai pengetahuan tentang bisnis musik! Jangan sekali-sekali beranggapan kalau kamu mengerti semuanya, cari tahu! Jika kamu berfikir akan tahu dengan sendirinya nanti. Kamu benar, memang begitu, tapi ini terjadi setelah kamu tersandung dan jatuh berkali-kali. Jauh lebih pelik dari yang kamu bayangkan! Memang asyik-asyik saja belajar sambil mempraktekannya, tapi jangan sampai belajar dari kesalahan yang terjadi berkali-kali, dong! Ini sangat memakan waktu dan sangat menyakitkan bagi diri kamu sendiri tentunya. Carilah fakta-fakta dan pelajari bisnis ini dengan cara yang benar! 
8. Serius dalam bermusik
Jika kamu hanya menganggap bermain musik hanya sekedar hobby kamu saja maka selamanya akan seperti itu atau dengan kata lain band kamu tidak dapat berkembang dan sukses dalam merintis sebuah karir band. Dalam bermusik seriuslah dalam menjalaninya, karena dalam bermusik yang serius dan total maka jalan menuju kesuksesan akan band kamu dapatkan. Jika tujuan kamu adalah menjadi musisi professional, kamu harus menampilkan diri kamu dan apa yang kamu lakukan secara professional pula! Jadi intinya disini adalah keseriusan dalam bermain musik adalah kunci untuk mendapatkan kesuksesan bagi band kamu.

9. Komitmen
Komitmen merupakan hal yang paling pokok dan penting dalam membangun sebuah band menuju kesuksesan. Berkomitmenlah dengan satu tujuan yaitu ingin berkarya dalam dunia musik secara profesional untuk mencapai tingkat kesuksesan bahkan kejayaan. Dengan berkomitmen seperti ini maka segala rintangan atau kesusahan yang melanda band akan diterima dengan ikhlas untuk dijadikan bahan pembelajaran bukan sebagai masalah yang kemudian membuat kamu menjadi menyerah. Dalam hal ini yang penting adalah masa depan bukan masa lalu. Jadi denganmempunyai komitmen yang jelas dan teguh maka sungguh pintu menuju kesuksesan dapat diraih dalam bisnis musik.

10. Maksimal
Maksimal adalah kunci dari kesuksesan sebuah band. Kalau kamu ingin menjadi band terkenal jangan pernah setengah-setengah dalam segala hal. Sebagai contoh apabila ingin manggung di acara musik, kamu harus memperhatikan kostum dan aksi panggung buat band kamu semenarik mungkin agar orang banyak dapat mengenal band kamu. Tentunya kualitas bermusik juga harus maksimal karena pada akhirnya kualitas musik jugalah yang menentukan band kamu nantinya. Kebanyakan band-band yang sudah terkenal bahkan yang sudah mencapai titik kejayaan berpendapat maksimal adalah kunci untuk mencapai semua itu.

Dari kesepuluh tips diatas memang mudah untuk dipahami, namun terkadang terasa sulit ketika dijalani. Dengan didasari kesabaran, konsisten, dan ketekunan. Yakinlah maka apa yang menjadi mimpi-mimpi dan citamu dapat diraih yakni menjadi band yang sukses dan bahkan mencapai titik kejayaan.






Sumber: thejeo.blogspot.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013 | Soasix Music Consultant - All Rights Reserved