Sepulangnya dari tur Eropa bersama Filastine, Nova Ruth berkumpul di kafenya, Legipait. Bertemu dengan kawan lama juga kawan baru. Beberapa teman yang kemudian ternyata klop untuk diajak bermusik bersama.
Maka jadilah Ajèr, sebuah grup folk all star dari Malang. Dengan Donny (eks Freshwater Fish) di gitar/vokal, Nova Ruth di melodica/vokal, Astu Prasidya (kreator video Filastine, juga animator serial “Songgo Rubuh” yang sempat tayang di salah satu tv) di banjo, dan Alo (eks The Monalisa) di drum/perkusi.
Ajèr adalah grup musik folk. Dan sebagaimana folk diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan kultur dari sebuah komunitas atau bangsa, maka demikianlah Ajèr sebagai representasi indah dari Malang, kota asalnya.
Dengar saja dalam lagu pertama yang mereka rekam ini, ‘Pena Hitam’. Lirik, irama, dan bebunyian yang mereka rancang berhasil mengingatkan pada akrabnya, santainya, manisnya kota ini ditengah rapuh dan kegelisahan masyarakatnya atas wujudnya utopia yang digombalkan walikotanya. Membuat Ajèr, pula demikian ‘Pena Hitam’, terdengar politis sekaligus humanis. Sebuah paduan yang sulit dicapai jika penggubahnya hanya berposisi sebagai musisi, tanpa mau jadi pemerhati.
Gara-gara ini,Ajèr lewat ‘Pena Hitam’ dapat menjadi contoh untuk mereka yang berniat memilih folk sebagai genre bernyanyi: sudah waktunya yang folk, yang begini. Ringan bunyi, tapi tak remeh isi.
(Sumber: gigsplay.com)